UP2KP evaluasi pelayanan RS rujukan luar Papua

id UP2KP evaluasi pelayanan RS rujukan luar Papua , kesehatan
UP2KP evaluasi pelayanan RS rujukan luar Papua
Tim UP2KP berdialog dengan pengelola ruang admisi RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, terkait pelayanan loket bagi pasien rujukan dari Papua. (Foto: Istimewa/UP2KP)
Pasien rujukan yang dirawat di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta selama 1 Januari hingga 31 Desember 2016 sebanyak 23 orang
Jayapura (Antara Papua) - Tim Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) turun ke tiga rumah sakit mitra Pemerintah Provinsi Papua di luar Papua untuk mengevaluasi pelayanan pasien rujukan dari RSUD Jayapura.

Ketua Tim UP2KP Amos Langer ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Senin, mengatakan hasil pemantauan dan evaluasi menunjukkan kualitas pelayanan pada tiga rumah sakit mitra itu sudah berjalan dengan baik.

Ketiga RS itu yakni Rumah Sakit Pusat (RSUP) dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya, dan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Pemantauan sekaligus evaluasi dilakukan langsung pada tiga rumah sakit itu sejak 1-6 Mei 2017.

Hasil pemantauan, dari sisi mekanisme rujukan, kata Amos, kelengkapan administrasi pasien dari RSUD Jayapura ke tiga rumah sakit itu tidak ditemukan adanya kasus atau persoalan berat.

Pasien dilayani dengan baik mulai dari IGD (kasus gawat darurat), rawat jalan (poliklinik), hingga pemeriksaan penunjang (laboratorium dan radiologi), katanya lagi.

Ia menjelaskan, jumlah pasien rujukan yang dirawat di RSUP Wahidin Makassar sejak 1 Mei 2015 hingga 2 Mei 2017 sebanyak 94 orang.

Sedangkan jumlah pasien rujukan yang dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya sejak 9 Juli 2015 hingga 20 Februari 2017 sebanyak 36 orang.

"Pasien rujukan yang dirawat di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta selama 1 Januari hingga 31 Desember 2016 sebanyak 23 orang," ujarnya pula.

Angggota Tim UP2KP Tahi Butarbutar menambahkan masih ada sejumlah persoalan yang dikeluhkan, baik oleh pasien maupun rumah sakit mitra tersebut.

"Terkait pasien masih mengeluhkan tidak adanya kendaraan jemput dari bandara ke rumah sakit, dan juga rumah singgah bagi pengantar karena tidak tertuang di dalam klausul perjanjian kerja sama dengan pihak RSUD Jayapura," ujarnya. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga