Senin, 21 Agustus 2017

Lapas anak-perempuan akan diibangun di Keerom

id Lapas anak-perempuan akan diibangun di Keerom, Papua
Lapas anak-perempuan akan diibangun di Keerom
Kakanwil Kemenkumham Papua Abner Banosro (ketiiga kiri). (Foto: Antara Papua/Alfian Rumagit)
Kabupaten Keerom tetap punya komitmen untuk kerja sama dengan Kanwil Kemenkumham Provinsi Papua karena ada sejumlah hal yang kami merasa perlu ada dukungan kerja sama tersebut
Jayapura (Antara Papua) - Pembangunan gedung lembaga pembinaan anak klas (LPAK) II Jayapura dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) perempuan klas III Jayapura direncanakan dibangun di Arso, Kabupaten Keerom, Papua.

Rencana pembangunan kedua gedung itu terungkap setelah Kepala Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Papua Abner Banosro bertemu dengan Bupati Keerom Celcius Watae di Arso, Kabupaten Keerom, Kamis.

"Dalam pertemuan itu juga membahas soal rencana pembangunan perlintasan WNA pada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang berbatasan langsung antara Kabupaten Keerom dengan negara tetangga Papua New Guinea (PNG)," kata Abner Banosro di Jayapura.

Bupati Keerom Celsius Watae sangat mengapresiasi pertemuan dan hubungan kerja sama yang baik yang coba dilaksanakan itu.

"Kami dari Pemkab Keerim akan berusaha untuk menyiapkan lahan untuk LPKA dan LPP, karena Kabupaten Keerom merupakan kabupaten definitif, kita butuh juga instansi vertikal ada di sini,"kata Celcius Watae.

Watae berjanji akan segera menyikapi pertemuan tersebut dengan mencari lahan yang diminta oleh Kanwil Kemenkumham Papua seluas 5 Hektar guna pembangunan LPKA dan LPP di Kabupaten Keerom, sebagai bukti kerja sama.

"Kabupaten Keerom tetap punya komitmen untuk kerja sama dengan Kanwil Kemenkumham Provinsi Papua karena ada sejumlah hal yang kami merasa perlu ada dukungan kerja sama tersebut,"katanya.

Terkait pembangunan PLBN di Keerom, kata Watae, wilayahnya juga memiliki beberapa kawasan yang berbatasan langsung dengan PNG, sementara di Kota Jayapura punya PLBN Skow-Wutung yang baru diresmikan oleh Presiden Jokowi belum lama ini.

"Kedepan akan kami kembangkan dan bangun daerah perbatasan yang akan difokuskan hanya pada satu titik perbatasan di Skowpro,"kata Watae.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Papua, Sarlotha Merahabia mengatakan pertemuan dengan Bupati Keerom baru pertama kali, namun sebelumnya pernah berkoordinasi dengan Sekda Kabupaten Keerom terkait permasalahan lahan untuk pembangunan LPKA dan LPP.

"Kami juga sudah bersusah payah bertemu dengan Pemprov Papua terkait pengajuan lahan untuk pembangunan LPKA dan LPP di Provinsi Papua namun sampai saat ini kami belum mendapat penolakan secara resmi namun secara lisan saja yang kami peroleh, sehingga mencoba menyampaikan hal ini kepada Bupati Keerom dan diapresiasi," katanya.

Ia mengemukakan bahwa satuan kerja LPKA dan LPP sudah terbentuk lama, pimpinannya juga sudah ada tetapi bangunannya yang belum ada sementara warga binaan atau narapidana masih titip pada LPKA sementara di Lapas Abepura dan LPP sementara di Lapas Narkotika Jayapura.

"Kami bersyukur hari ini mendapat respon yang positif dari Bupati Keerom untuk menyediakan Lahan bagi kami," katanya. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga