Minggu, 22 Oktober 2017

Pemerhati : sampah Jayawijaya pengaruhi kunjungan turis

id Pemerhati : sampah Jayawijaya pengaruhi kunjunga turis, Papua
Pemerhati : sampah Jayawijaya pengaruhi kunjungan turis
Tumpukan sampah sampah di pinggiran jalan menuju wisata Hotel Jerman di Kabupaten Jayawijaya,Papua. (Foto: Istimewa/ Andre Liem)
Tumpukan sampah yang berhamburan di atas bukit di jalan masuk Distrik Pisugi itu akan membawa gambaran buruk bagi turis yang berkunjung ke Wamena
Wamena (Antara Papua) - Pemerhati lingkungan Papua Andre Liem mengatakan tumpukan sampah di pinggiran jalan menuju wisata Hotel Jerman di Kabupaten Jayawijaya, bisa mempengaruhi jumlah kunjungan turis, berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah serta merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat.

"Menurut kami, keadaan seperti ini akan sangat merugikan pemerintah dari sisi penerimaan pajak dari kunjungan turis mancanegara sehingga harus bisa diselesaikan," kata Andre ketika dihubungi dari Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya

Menurut dia, tumpukan sampah yang berhamburan di atas bukit di jalan masuk Distrik Pisugi itu akan membawa gambaran buruk bagi turis yang berkunjung ke Wamena.

"Tetapi juga karena letak pembuangan sampah tersebut ada di atas bukit sehingga bila turun hujan, nanti sampah akan terbawa air ke Kali Baliem dan sudah pasti dapat membuat air kali akan tercemar sehingga hal ini perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah agar menata ulang tempat pembuangan sampah tersebut," katanya.

Ia menyarankan pemerintah mencari lokasi baru yang lebih strategis untuk dijadikan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

"Lingkungan yang seperti itu (TPA sekarang) yang dekat dengan permukiman masyarakat sangat membahayakan warga sekitar, sebab mereka mudah terserang berbagai penyakit," katanya.

Andre yang juga anggota Forum Peduli Port Numbay Greend (FPPNG) mengajak masyarakat Jayawijaya membantu pemerintah menjaga lingkungan Jayawijaya agar tetap bersih dari sampah.

"Kami ingin pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait menanggapi persoalan sampah dengan baik, dan pengusaha yang mengelola resort di sana juga jangan hanya tinggal diam tetapi bagaimana bisa melihat masalah ini," katanya.

Sejak dua hari terakhir, kepala dinas dan pejabat bersangkutan belum bisa memberikan komentar terkait tumpukan sampah yang berdekatan dengan permukiman dan setiap hari diobrak-abrik babi. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga