Minggu, 22 Oktober 2017

Uskup Timika tahbiskan empat imam baru

id Uskup Timika tahbiskan empat imam baru, Pemkab Mimika, Papua
Keempat imam baru yang ditahbiskan itu, yakni Yance Yanuarius Agapa Pr., Selpius Goo Pr., Yosias Ferdinand Wakris Pr., dan Ibrani Gwijangge Pr
Timika (Antara Papua) - Uskup Timika Monsinyur John Philip Saklil menahbiskan empat imam baru dalam perayaan misa yang berlangsung di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Papua.

Keempat imam baru yang ditahbiskan itu, yakni Yance Yanuarius Agapa Pr., Selpius Goo Pr., Yosias Ferdinand Wakris Pr., dan Ibrani Gwijangge Pr.

Uskup John Saklil menegaskan panggilan tugas seorang imam cukup berat dalam organisasi Gereja Katolik.

"Seorang imam ialah seorang utusan yang diutus seperti domba-domba ke tengah serigala. Perutusan seorang imam sangat berat dan penuh dengan tantangan," katanya.

Menurut Uskup Philip Saklil yang kelahiran Kampung Umar Mimika Barat itu, ada empat tugas pokok seorang imam Gereja Katolik, yaitu sebagai murid Yesus, sebagai rasul, sebagai "presbiter", dan sebagai pemimpin perayaan sakramen-sakramen.

Sebagai seorang murid Yesus, demikian Uskup Saklil, seorang imam dituntut untuk setia mengikuti Yesus dan mengorbankan segala-galanya untuk karya pelayanan demi keselamatan orang banyak.

"Undangan dan panggilan Yesus harus ditanggapi secara total. Menjadi murid Yesus berarti melakukan karya pelayanan secara total sepanjang hidup sang imam, tidak ada hal lain dalam dirinya, hidupnya hanya untuk Tuhan," katanya.

Sehubungan dengan itu, ia meminta agar keluarga para imam baru tidak membebani putra mereka yang telah ditahbiskan menjadi imam dengan segala urusan keluarga dan adat istiadat.

"Kalau sudah kasih engkau punya anak untuk menjadi imam, kamu tidak punya urusan lagi. Dia sudah menjadi milik Tuhan dan menjadi milik Gereja," kata Uskup Saklil.

Selain itu, katanya, seorang imam juga menjalankan tugas sebagai rasul, yaitu diutus untuk melayani orang lain melalui kata-kata, karya pelayanannya, serta melalui kehidupan doanya.

Uskup Saklil berpesan kepada para imam agar selalu menyempatkan waktu untuk berdoa.

"Seorang imam yang lupa berdoa berarti dia tidak dapat memberitakan Yesus. Seorang imam yang bertindak sebagai pengkhotbah ulung lalu menonjolkan dirinya melalui karya-karya untuk mendapat sanjungan umat sesungguhnya sudah berada dekat sekali dengan jebakan si jahat," katanya.

Keempat imam baru yang ditahbiskan itu langsung ditugaskan untuk melayani umat di wilayah pedalaman Papua, yaitu Dekenat Moni-Puncak Jaya, Dekenat Paniai, Dekenat Kipia, dan Dekenat Mimika-Agimuga. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga