Minggu, 22 Oktober 2017

Satgas pamtas tangkap mahasiswa pembawa ganja

id Satgas pamtas tangkap mahasiswa pembawa ganja, Kodam Cenderawasih
Satgas pamtas tangkap mahasiswa pembawa ganja
Satgas Pamtas dari Yonif Para Raider 432/WSJ Kostrad menangkat lima orang termasuk dua mahasiswa karena membawa 11 rokok berisi ganja ketika melintas di pos perbatasan di Skouw, Kota Jayapura, pada Jumat (6/10 malam. (Foto: Istimewa/ Yonif 432/WSJ Kostrad)
Kelima pemuda yang bermukim di kawasan APO Gunung Kota Jayapura itu diamankan saat petugas Satgas Pamtas menggelar razia di perbatasan RI-Papua Nugini (PNG).
Jayapura (Antara Papua) - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dari Yonif Para Raider 432/WSJ Kostrad menangkat lima orang termasuk dua mahasiswa karena membawa 11 rokok berisi ganja ketika melintas di pos perbatasan di Skouw, Kota Jayapura, pada Jumat (6/10 malam.

"Kedua mahasiswa yang diamankan yaitu GM dan VT, sedangkan tiga rekannya yakni MM, OV dan AD tidak memiliki pekerjaaan," kata Komandan Satgas yang juga menjabat Dan Yon 432/WSJ Kostrad Letkol Inf Ahmad Daud di Jayapura.

Kelima pemuda yang bermukim di kawasan APO Gunung Kota Jayapura itu diamankan saat petugas Satgas Pamtas menggelar razia di perbatasan RI-Papua Nugini (PNG).

Mereka mengaku rokok berisi ganja itu didapat dari Robby, warga negara Papua Nugini yang mengantar mereka dari wilayah negara tetangga itu ke Hamadi, Kota Jayapura dengan menggunakan perahu motor.

Satgas Pamtas berkoordinasi dengan TNI AL dan polisi karena sebelum ditangkap, mereka sudah ke Hamadi dengan menggunakan perahu motor dari wilayah PNG, sedangkan kendaraannya disimpan di perbatasan.

"Dan kita bisa simpulkan bahwa dengan jalur laut yang mereka pakai tidak menutup kemungkinan pengiriman ganja dari PNG terus berjalan melalui jalur laut", kata Letkol Inf Ahmad.

Apalagi selama ini ganja yang beredar banyak yang berasal dari PNG yang dimasukkan baik lewat laut maupun darat khususnya jalan setapak atau jalan tikus yang tidak ada pos pengamanannya, katanya.

Para tersangka sudah diserahkan ke polisi untuk diproses lebih lanjut.(*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga