Minggu, 22 Oktober 2017

Dispora Jayawijaya biayai 25 pelatih agar memiliki lisensi D

id Dispora Jayawijaya biayai 25 pelatih agar memiliki lisensi D, Papua
Mereka yang akan kami libatkan, selama ini kalau kami lakukan kompetisi tingkat kabupaten, mereka selalu mengikut sertakan anak didik, tetapikan mereka (pelatih) belum punya lisensi sehingga kita dorong agar mereka mengikuti kursus dan mendapat lisen
Wamena (Antara Papua) - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jayawijaya, Papua menganggarkan sekitar Rp150 juta untuk membiayai 25 orang pelatih sepak bola agar memiliki lisensi D.

Kepala Dispora Jayawijaya Fatah Yasin di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu, mengatakan dalam waktu dekat dana itu akan digunakan untuk kegiatan kursus bagi 25 orang tersebut.

"Mereka yang akan kami libatkan, selama ini kalau kami lakukan kompetisi tingkat kabupaten, mereka selalu mengikut sertakan anak didik, tetapikan mereka (pelatih) belum punya lisensi sehingga kita dorong agar mereka mengikuti kursus dan mendapat lisensi D," katanya.

Ia mengatakan puluhan pelatih yang akan dilibatkan itu diambil dari beberapa sekolah negeri dan swasta serta pelatih sekolah sepak bola (SSB), dan juga perseorangan yang memiliki bakat untuk menjadi pelatih namun belum memiliki lisensi.

"Setelah mendapat lisensi D yang akan diberikan, kalau untuk club amatir, mereka bisa menjadi asisten pelatih, tetapi kalau untuk menjadi pelatih bagi anak usia dini mereka bisa jadi kepala pelatih," katanya.

Menurut dia, pelatih sepak bola di Jawijaya harus mendapat lisensi agar keberadaan mereka bisa diakui oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

"Berdasarkan kebijakan PSSI sekarang, pelatih yang tidak berlisensi tidak bisa menjadi pelatih, apalagi mengikuti kompetisi resmi. Nah terkait dengan itu maka kami pemerintah Jayawijaya berkomitmen untuk meyiapkan tenaga pelatih berlisensi," katanya.

Sepak bola, menurut dia, merupakan salah satu cabang olah raga unggulan di Jayawijaya sehingga menjadi perhatian pemerintah setempat.

"Harapan kami setelah mengikuti pelatihan, mereka praktikan ilmu yang mereka dapat dengan melatih anak-anak usia dini supaya ke depan ada talenta-talenta sepak bola yang muncul dari Jayawijaya," katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari asosiasi PSSI Papua, pada tahun 2017 hanya dua kabupaten di Papua yang menyelenggarakan kegiatan peningkatan lisensi bagi pelatih sepak bola, yaitu di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Supiori. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga