Minggu, 22 Oktober 2017

Kesbangpol Mimika antisipasi konflik horizontal Pilkada 2018

id Kesbangpol Mimika antisipasi konflik horizontal Pilkada 2018, Papua
Hal itu didukung dengan peningkatan kesadaran dan pemahaman politik pihak-pihak terkait dan secara umum masyarakat Mimika untuk mewujudkan Mimika yang aman, damai dan sejahtera
Timika (Antara Papua) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua mulai melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya konflik horizontal yang terjadi pada pemilihan kepala daerah serentak pada 2018 mendatang.

Langkah antisipasi tersebut dilaksanakan Kesbangpol Mimika dengan menggelar koordinasi forum-forum diskusi politik yang melibatkan pihak-pihak terkait seperti partai politik, pihak TNI-POLRI dan tokoh-tokoh yang ada di wilayah itu di Timika, Rabu.

Kepala Bidang Bina Politik Kesbangpol Mimika, Katarina Saweri mengatakan bahwa dengan digelar kegiatan tersebut diharapkan dapat meminimalisir konflik horizontal pada pilkada 2018 mendatang.

"Hal itu didukung dengan peningkatan kesadaran dan pemahaman politik pihak-pihak terkait dan secara umum masyarakat Mimika untuk mewujudkan Mimika yang aman, damai dan sejahtera," katanya.

Selain itu jejaring yang telah dibangun antara semua pihak baik Pemkab Mimika, KPUD, Partai Politik dan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalisir konflik yang bisa saja terjadi. Dengan demikian kepala daerah yang nanti dipilih rakyat dapat menjalankan amanah sesuai dengan sumpah dan janji jabatan untuk kesejahteraan bersama.

Asisiten I Setkab Mimika, Demianus Katiop juga mengatakan bahwa semua pihak khususnya pelaksana Pemilu harus memposisikan diri independen dalam memberikan pelayanan kepada semua pasangan calon dan tidak memihak pada salah satu pasangan calon.

"Semua pihak harus menyamakan persepsi. Partai politik maupun para pasangan calon harus memberikan pencerahan yang baik tentang politik kepada masyarakat," kata Katiop.

Ia juga mengharapkan agar kegiatan koordinasi forum-forum diskusi politik harus diperbanyak sebelum pelaksanaan pilkada 2018 mendatang sehingga semua pihak dapat berpegang pada satu prinsip yang sama khususnya para pasangan calon untuk menerima kemenangan maupun kekalahan. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga