Minggu, 22 Oktober 2017

Legislator pertanyakan pembayaran insentif guru honor Mimika

id Legislator pertanyakan pembayaran insentif guru honor Mimika, Papua
Legislator pertanyakan pembayaran insentif guru honor Mimika
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Mimika Aser Gobai (Foto: Antara Papua/Jeremias Rahadat)
Mengapa insentif guru honor selama satu semester sejak Januari-Juni 2017 belum juga dibayar oleh Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Mimika? Aneh karena pihak terkait seolah menutup mata dan membiarkan persoalan ini berlarut-larut
Timika (Antara Papua) - Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, yang membidangi pendidikan, Aser Gobai mempertanyakan pembayaran insentif ratusan guru honor di wilayah itu.

"Mengapa insentif guru honor selama satu semester sejak Januari-Juni 2017 belum juga dibayar oleh Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Mimika? Aneh karena pihak terkait seolah menutup mata dan membiarkan persoalan ini berlarut-larut," kata Aser di Timika, Rabu.

Ia bahkan merasa ganjal lantaran perintah Sekda Mimika, Ausilius You untuk membayar insentif guru tidak dilaksanakan oleh kepada Kepala Dispendasbud Mimika, Jenny O Usmanny.

"Kepala dinas harus memberikan alasan jelas mengapa insentif hingga saat ini belum dibayar, kasihan para guru honor ini. Guru ASN sudah terima sejak lama tapi mereka ini hampir memasuki akhir dua semester juga belum dibayar," ujarnya.

Ia mengatakan jika Dispendasbud menghendaki adanya SK Bupati untuk guru-guru honor di Mimika maka seharusnya hal tersebut sudah rampung dilaksanakan mengingat Dispendasbud sudah mengantongi nama-nama guru honor yang berhak menerima insentif.

"Itu `kan masalah teknis adminstrasi. Guru-guru honor ini kan tinggal dibuat SK Bupatinya saja kok repot. Kasihan karena mereka ini yang kita sama-sama tahu aktif mengajar mulai dari sekolah yang ada di kota hingga ke pedalaman," ujarnya.

Jika kendalanya adalah keterbatasan dana maka DPRD Mimika akan mengakomodirnya pada APBD Perubahan Mimika 2017.

Pendidikan, menurut Aser, sangat penting. Membiayai guru honor dengan menggunakan uang daerah lebihlah bermanfaat dibandingkan membuang uang untuk kegiatan-kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis yang terkesan hanya menghabiskan uang rakyat.

Ketua Solidaritas Guru Mimika, Alexander Rahawarin mengatakan bahwa sampai saat ini para guru honor Mimika masih menunggu insentif mereka dibayar.

Ia berharap DPRD Mimika sebagai representatif rakyat Mimika dapat menyuarakan apa yang menjadi kepentingan rakyat.

"Kami mengapresiasi perhatian DPRD Mimika untuk mendorong realisasi pembayaran insentif guru honor dan berharap segera dibayar," ujarnya.

Alexander juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat, para guru honor akan menggelar aksi demonstrasi di Timika meminta perhatian Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk persoalan insentif guru di Mimika. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga