Minggu, 22 Oktober 2017

Dokter menduga pasien dari Korowai menderita penyakit noma

id Dokter menduga pasien dari Korowai menderita penyakit noma, kesehatan, Papua
Dokter menduga pasien dari Korowai menderita penyakit noma
dr Agus Suarsana, dokter spesialis bedah di RS Dian Harapan Abepura (Foto: Antara Papua/Musa Abubar)
Dari pemeriksaan awal pasien anak dari Korowai ini masih tetap dicurigai menderita penyakit noma
Jayapura (Antara Papua) - Dokter bedah di Rumah Sakit Dian Harapan, Abepura, Jayapura, Papua, menduga pasien anak dari pedalaman Korowai yang menderita luka di rahang kanan tepatnya di pipi kiri dan kini dirawat di rumah sakit setempat menderita noma.

Korowai berada di persimpangan Kabupaten Yahukimo, Mappi, Boven Digoel dan Asmat. Kehidupan suku yang baru ditemukan sekitar 30 tahun lalu itu masih terisolasi.

"Dari pemeriksaan awal pasien anak dari Korowai ini masih tetap dicurigai menderita penyakit noma," kata
dr Agus Suarsana di Jayapura, Rabu.


dr Agus Suarsana, dokter spesialis bedah di RS Dian Harapan Abepura sedang berbincang dengan Kadinkes Papua drg Aloysius Giyai. (Foto: Antara Papua/Musa Abubar)

Agus Suarsana adalah salah satu dokter spesialis bedah di RS Dian Harapan Abepura yang juga menangani pasien itu.

Agus menjelaskan noma merupakan penyakit infeksi (cancrum oris) yang merusak jaringan orofasial (mulut)  serta struktur sekitarnya dengan penyebabnya kuman Fusobacterium necrophorumpada anak dengan gangguan imunitas (kekebalan tubuh).

"Hanya saja kita belum bisa membuktikan 100 persen pasien ini menderita penyakit noma, perlu pemeriksaan yang lebih lanjut," ujarnya.

Namun, kata dia, pada dasarnya masih mengarah pada infeksi yang kronis. Memang ada kemungkinan direncanakan untuk dilakukan operasi lebih lanjut.

"Memang ada rencana untuk operasi lebih lanjut tetapi tentunya bertahap. Tugas pertama yang harus kita lakukan adalah meningkatkan kondisinya yang lebih baik, seoptimal mungkin mulai dari gizi, kemudian pengobatan-pengobatan kasus infeksi yang ada," ujarnya.

Begitu kondisinya optimal baru memungkinkan untuk dilakukan langkah-langkah operasi selanjutnya.

"Operasi yang dilakukan pun bertahap, yakni mulai menutup di bagian dalam rahang dan melihat penyembuhannya, baru dilihat otot-otot bagian luar dan itu akan dikerjakan oleh dr Theo, dokter spesialis bedah konsultan kepala dan leher. Beliau yang akan tangani langsung," ujarnya.

Dia mengatakan, pasien anak dari Korowai ini ditangani langsung oleh dokter bedah spesialis kepala dan leher, dokter anak dan bagian gizi di RS Dian Harapan Abepura.

Pihaknya juga sudah melakukan telekonferens dengan tim dokter dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta terkait penanganan pasien. Tim dokter RSCM Jakarta menyatakan bahwa tim dokter dari RS Dian Harapan Abepura, mampu melakukan penanganan pasien, setelah melakukan komunikasi.

"Namun mereka tetap memantau dan berdiskusi bagaimana perkembangan selanjutnya dan mereka ada rencana untuk mengirimkan tim yang akan melihat kondisi dan situasi di sini," kata dia.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Papua menyewa pesawat berbadan kecil untuk mengangkut pasien itu ke Jayapura. Pasien itu dikirim dari Korowai ke Jayapura pada Selasa (2/10) dan tiba di Bandara Sentani lalu dibawa ke Rumah Sakit Dian Harapan.  (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga