Minggu, 22 Oktober 2017

Dispendasbud Mimika bantah dualisme Kepsek SMPN 7

id Dispendasbud Mimika bantah dualisme Kepsek SMPN 7, Papua
Dispendasbud Mimika bantah dualisme Kepsek SMPN 7
Kepala Dispendasbud Mimika, Jenny O. Usmany (Foto: Antara Papua/Jeremias Rahadat)
Tidak benar ada dualisme kepemimpinan di SMPN 7. Saya sudah rapat dengan orang tua murid bahwa Kepala SMPN 7 yaitu Anton Karu
Timika (Antara Papua) - Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Jenni O Usmani membantah adanya dualisme Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Timika sehingga mengakibatkan terganggunya aktivitas belajar-mengajar di sekolah itu.

"Tidak benar ada dualisme kepemimpinan di SMPN 7. Saya sudah rapat dengan orang tua murid bahwa Kepala SMPN 7 yaitu Anton Karu," kata Jenni di Timika, Jumat.

Jenni mengatakan permasalahan yang terjadi di SMPN 7 Timika akibat ulah sekelompok orang yang mengatasnamakan orang tua murid dan komite sekolah.

Oknum-oknum tersebut, katanya, menuntut Dispendasbud Mimika kembali mengaktifkan Bastiana Kareth sebagai Kepala Sekolah SMPN 7 Timika.

Kasus tersebut bahkan sempat dilaporkan ke Polres Mimika beberapa hari lalu.

"Saya punya niat baik datang ke sekolah, tapi kebijakan saya ditolak oleh beberapa orangyang mengatasnamakan orang tua. Mereka menuntut Kepsek tetap Bastiana Kareth," jelasnya.

Menurut Jenni, dirinya mencopot Bastiana Kareth dari jabatan Kepala Sekolah SMPN 7 Timika karena yang bersangkutan sakit.

Guna menjalankan tugas Kepsek SMPN 7 Timika, Jenni kemudian menunjuk Anton Karu sebagai pelaksana tugas sementara.

"Kalau kebijakan saya tidak diterima, saya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Anehnya, mereka yang mengatasnamakan komite sekolah mengintervensi urusan administrasi sekolah, padahal itu tidak dibenarkan oleh aturan," jelasnya.

Sejumlah orang tua murid mengatakan aktivitas belajar-mengajar di SMPN 7 Timika kini sudah tidak berjalan maksimal lantaran guru-guru tidak ada yang mau datang ke sekolah.

"Sekarang anak-anak kami tidak dapat pelajar karena hanya ada empat guru yang datang mengajar. Kami minta permasalahan di SMPN 7 Timika segera diselesaikan oleh pemerintah daerah. Jangan sampai karena masalah perebutan jabatan kepala sekolah, anak-anak kami yang menjadi korban," kata salah satu orang tua murid. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga