Minggu, 22 Oktober 2017

Seratusan siswa SMPN Timika duduki tugu perdamaian

id Seratusan siswa SMPN Timika duduki tugu perdamaian, Mimika, Papua
Seratusan siswa SMPN Timika duduki tugu perdamaian
Seratusan pelajar SMPN 7 Timika menggelar unjuk rasa di Tugu Perdamaian Timika Indah, Jumat (13/10) untuk menuntut adanya perhatian Bupati Mimika terhadap dualisme kepala sekolah di sekolah mereka. (Foto: Antara Papua/Evarianus Supar)
Kami minta Bupati Mimika segera mengangkat Kepsek baru menggantikan Sebastiana Kareth dan Anton Karu
Timika (Antara Papua) - Meski diguyur hujan lebat, seratusan siswa SMP Negeri 7 Timika, Papua berjalan kaki dari Nawaripi Tugu Perdamaian Timika Indah--Jalan Belibis Timika.

Kehadiran para siswa SMPN 7 Timika di lokasi itu, Senin guna menyuarakan permasalahan internal di sekolah mereka yang tak kunjung selesai.

Egidius Temorubun selaku guru yang membidangi bagian kesiswaan SMPN 7 Timika mengatakan aktivitas belajar-mengajar di sekolahnya lumpuh total sejak 30 September 2017.

Konflik internal di SMPN 7 Timika bermula dari terbitnya nota tugas Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Mimika Jenny O Usmany yang menugaskan Anton Karu sebagai kepala sekolah.

Anton Karu diangkat menjadi Kepsek sementara menggantikan Bastiana Kareth yang mengundurkan diri karena sakit.

Namun keputusan Kadispendasbud Mimika itu ditolak komite sekolah lantaran Anton Karu diketahui masih menjabat Kepsek SMPN 6 Timika yany beralamat di Kampung Naena Muktipura SP6, Distrik Iwaka.

Atas permasalahan itu, Pemkab Mimika pernah memfasilitasi pertemuan pada 8 Maret 2017.

Pertemuan yang dihadiri Sekretaris Daerah Mimika Ausilius You dan Asisten IV Setda Mimika Alfred Douw saat itu memutuskan bahwa Bastiana Kareth dan Anton Karu diperintahkan kembali ke tempat tugas sebelumnya.

"Tanggal 9 Maret itu saudara Anton Karu bahkan sudah pamitan ke siswa dan guru SMPN 7," kata Egidius.

Meski sudah diperintahkan kembali ke tempat tugas lamanya, Anton Karu malah tetap menandatangani ijazan siswa lulusan SMPN 7 Timika.

Tindakan itu memicu protes keras dari sejumlah orang tua siswa dan sebagian guru.

"Seharusnya yang menandatangani ijazah siswa yaitu Ibu Bastiana Kareth karena dia yang bekerja di SMPN 7," kata Egidius.

Buntut dari konflik itu, 19 guru PNS dan lima guru honorer SMPN 7 Mimika yang mendukung Anton Karu melancarkan aksi mogok mengajar sejak 30 September lalu.

Akibatnya, tercatat 572 siswa SMPN 7 Timika menjadi korban karena proses pembelajaran tidak lagi berjalan alias lumpuh total.

"Kami minta Bupati Mimika segera mengangkat Kepsek baru menggantikan Sebastiana Kareth dan Anton Karu," sebut Egidius disambut tepuk tangan para siswa.

Lantaran permasalahan internal tersebut, Dispendasbud Mimika tidak mencairkan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) SMPN 7 Timika sejak Januari 2017. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga